PENERBIT PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PENELITIAN INDONESIA (P4I)
(PENERBIT P4I)
ALIH WAHANA
Tradisi Lisan Aceh dalam Inovasi Media Sastra untuk Generasi Digital
Bagaimana masa depan tradisi lisan bertahan di tengah layar-layar digital?. Bisakah pantun, hikayat, dan syair klasik berbicara dalam bahasa video, animasi, dan aplikasi?
Buku ini mengajak pembaca menjelajahi ruang pertemuan antara budaya lokal dan inovasi media dalam konteks pendidikan sastra untuk generasi digital. Di tengah ancaman hilangnya tradisi lisan Aceh, penulis menghadirkan strategi transformatif melalui alih wahana—yakni konversi narasi tradisional ke dalam bentuk visual dan interaktif yang sesuai dengan karakter belajar masa kini.
Bertumpu pada hasil riset lapangan di Aceh Jaya, buku ini mengupas bagaimana guru dan siswa merespons media pembelajaran berbasis budaya, serta bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan, bukan jurang, bagi pelestarian tradisi. Melalui pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan teori sastra, semiotika visual, etnopedagogi, dan teknologi pendidikan, pembaca diajak menyelami proses kreatif dan reflektif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai lokal ke dalam ruang kelas modern.
Alih Wahana Tradisi Lisan Aceh bukan hanya buku teori, melainkan juga panduan praktik, kritik kebijakan, dan panggilan kolaborasi. Sebuah bacaan penting bagi pendidik, pegiat budaya, pengembang media pembelajaran, dan siapa saja yang percaya bahwa tradisi tidak harus dibekukan dalam museum—melainkan dihidupkan kembali di dalam memori digital yang dinamis dan bermakna.
“Karena setiap cerita lama punya cara baru untuk diceritakan kembali.”